Sinergi Babinsa, Bidan, dan Mahasiswa UNEJ: 34 Balita di Merakan Terima Layanan Kesehatan Posyandu

Lumajang, doreng45.com – Upaya menekan angka stunting terus digencarkan di Kabupaten Lumajang. Salah satunya melalui kegiatan pelayanan kesehatan Posyandu yang dilakukan di Posyandu Prima Cendekia, Dusun Krajan, Desa Merakan, Kecamatan Padang, pada Jumat (4/7/2025).

Sebanyak 34 balita mengikuti kegiatan tersebut, yang dilaksanakan melalui kolaborasi antara Babinsa Koramil 0821-20/Padang, Bidan Desa, dan mahasiswa KKN Universitas Jember (UNEJ).

banner 336x280

Babinsa Merakan, Sertu Hendri Tri Cahyono, mengatakan bahwa keterlibatannya dalam kegiatan ini merupakan wujud nyata sinergi TNI dengan tenaga kesehatan dan akademisi untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, khususnya dalam pencegahan stunting.

“Kami siap mendukung program pemerintah demi masa depan anak-anak yang lebih sehat. Pencegahan stunting harus dimulai dari tingkat desa, dengan perhatian khusus pada balita dan ibu,” tegasnya.

Kolaborasi Lintas Sektor

Bidan Desa Merakan, Riska Anjarwati, A.Md.Keb., menjelaskan bahwa pelayanan yang diberikan dalam Posyandu meliputi penimbangan berat badan, pengukuran tinggi badan, pemberian vitamin, serta penyuluhan pola asuh dan gizi seimbang kepada orang tua.

“Kami juga mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sebagai faktor pendukung kesehatan anak. Kehadiran Babinsa dan mahasiswa KKN hari ini sangat membantu, baik dari sisi teknis maupun edukatif,” tuturnya.

Tiga mahasiswa dari Universitas Jember, yaitu Ambar Junianti, Agil Nabhanas, dan Nadia Hanifah, turut berkontribusi dalam pelaksanaan kegiatan. Mereka membantu proses pendataan, pengukuran, serta memberikan edukasi kesehatan secara interaktif kepada masyarakat.

Langkah Nyata Cegah Stunting

Kegiatan rutin Posyandu ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran warga akan pentingnya memantau tumbuh kembang anak secara berkala. Langkah ini menjadi bagian dari strategi pencegahan stunting yang berkelanjutan di Desa Merakan.

“Dengan kolaborasi seperti ini, kami optimistis target penurunan stunting nasional bisa dicapai, dimulai dari desa,” pungkas Sertu Hendri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *