Lumajang, doreng45.com – Di tengah derasnya arus digitalisasi, Bupati Lumajang Indah Amperawati mengingatkan bahwa menjadi generasi keren tidak cukup hanya dengan mengikuti tren terkini. Ada hal yang jauh lebih penting, yakni menjadi generasi yang cerdas, berkarakter, dan mampu menjaga persatuan di tengah keberagaman.
Pesan tersebut disampaikan Bunda Indah, sapaan akrabnya, saat mengajak pelajar, mahasiswa, dan anak muda Lumajang untuk menjadikan teknologi sebagai ruang belajar, berkarya, dan berkolaborasi, bukan sekadar ajang eksistensi semata.
Menurutnya, media sosial semestinya menjadi tempat berbagi inspirasi dan menyebarkan hal-hal positif, bukan wadah penyebaran hoaks atau kebencian yang justru memecah belah. Perbedaan pandangan maupun latar belakang, kata dia, seharusnya tidak dijadikan alasan untuk saling bermusuhan.
Justru sebaliknya, perbedaan itu bisa menjadi kekuatan tersendiri jika disikapi dengan saling mengenal dan menghargai satu sama lain.
“Karena itu, generasi muda perlu memiliki karakter yang kuat, mampu menyaring informasi dengan bijak, serta tetap menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila, persatuan, dan semangat gotong royong,” tegas Bunda Indah.
Pandangan tersebut disampaikan Bunda Indah dalam momentum Sarasehan Kebangsaan yang digelar bersama PEPABRI Jawa Timur, sebuah forum yang mempertemukan generasi muda dengan para purnawirawan pejuang. Lewat forum ini, generasi muda diajak menyelami kembali semangat pengabdian para senior yang telah lebih dulu berjuang membela bangsa.
Harapannya, nilai-nilai disiplin, gotong royong, toleransi, dan cinta tanah air tetap hidup dan diwariskan meski zaman terus berubah. Pesan ini menjadi pengingat bahwa kecakapan teknologi semata tidak akan berarti banyak tanpa dibarengi kekuatan karakter dan jati diri kebangsaan.
Bunda Indah mengajak seluruh anak muda Lumajang untuk menjadi generasi yang melek teknologi sekaligus tetap menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila dan semangat persatuan. Sebab, masa depan Indonesia pada akhirnya akan ditentukan oleh anak muda yang tidak hanya cerdas secara digital, tetapi juga kokoh secara karakter.
Redaksi Doreng45










