Lumajang, doreng45.com – Setiap anak berhak memperoleh kesempatan yang sama untuk belajar dan meraih cita-cita, tanpa membedakan sekolah tempat mereka menempuh pendidikan. Semangat itulah yang disampaikan Bupati Lumajang, Indah Amperawati, saat bersilaturahmi dengan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lumajang beserta jajaran, Selasa (14/7/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Pemerintah Kabupaten Lumajang membuka peluang memperluas dukungan bagi lembaga pendidikan di bawah naungan Kementerian Agama. Di antaranya melalui rencana hibah bagi guru non-NIP Madrasah Ibtidaiyah (MI) dan Madrasah Tsanawiyah (MTs), serta rencana bantuan seragam sekolah bagi peserta didik madrasah.
Bunda Indah, sapaan akrab Bupati Indah Amperawati, menegaskan bahwa perbedaan kewenangan antara pemerintah daerah dan Kementerian Agama tidak seharusnya menjadi penghalang untuk menghadirkan perhatian yang setara bagi seluruh anak di Kabupaten Lumajang. “Hari ini saya bersilaturahmi dengan Kepala Kankemenag beserta jajaran. Kami ingin memperkuat sinergi agar pembangunan pendidikan di Kabupaten Lumajang dapat berjalan bersama-sama,” ujarnya.
Menurutnya, pemerintah daerah saat ini tengah mengkaji berbagai langkah yang dapat dilakukan agar dukungan terhadap dunia pendidikan dapat dirasakan lebih merata, tidak hanya menyasar sekolah di bawah naungan pemerintah daerah semata. “Kami sedang merencanakan hibah untuk guru non-NIP di Madrasah Ibtidaiyah dan Madrasah Tsanawiyah. Kami juga ingin memberikan hibah seragam gratis untuk siswa-siswi madrasah. Mudah-mudahan ini bisa memberikan manfaat,” katanya.
Bagi Bunda Indah, yang terpenting adalah memastikan setiap anak memperoleh perhatian yang sama dalam menempuh pendidikan, apa pun lembaga tempat mereka belajar.
Meski berada di bawah kementerian yang berbeda, Bunda Indah mengaku merasa kurang nyaman apabila ada ketimpangan bantuan antara sekolah di bawah pemerintah daerah dan sekolah di bawah Kementerian Agama. “Memang kami berada di bawah kementerian yang berbeda. Tetapi saya merasa kasihan apabila sekolah di bawah pemerintah daerah mendapatkan seragam, sementara sekolah di bawah Kementerian Agama tidak. Semua adalah anak-anak kita, sehingga mereka juga berhak mendapatkan perhatian yang sama,” tuturnya.
Ia berharap ikhtiar tersebut dapat berjalan sesuai mekanisme dan ketentuan yang berlaku, sehingga nantinya mampu memberikan manfaat nyata bagi guru maupun peserta didik madrasah di seluruh Kabupaten Lumajang.
Menutup pernyataannya, Bunda Indah turut menitipkan harapan agar rencana ini berjalan lancar sesuai niat baik yang melandasinya. “Mohon doa agar semua berjalan lancar. Kalau niatnya untuk kemaslahatan masyarakat, insyaallah Allah SWT akan memberikan jalan dan ridha-Nya,” pungkasnya.
Melalui sinergi yang terus diperkuat bersama Kementerian Agama, Pemerintah Kabupaten Lumajang berharap semakin banyak kebijakan yang mampu menghadirkan rasa keadilan bagi dunia pendidikan. Sebab pada akhirnya, setiap anak di Lumajang memiliki hak yang sama untuk belajar, tumbuh, dan menggapai masa depan terbaiknya.
Redaksi Doreng45










