Pererat Silaturahmi, Dandim Olahraga Bersama Keluarga Besar Kodim Wonogiri

Wonogiri, doreng45.com – Di samping harus mampu menguasai tugas pokoknya sebagai komando utama pembinaan teritorial kewilayahan, prajurit dan keluarga Kodim 0728/Wonogiri juga dituntut untuk menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh agar tetap sehat dan terhindar dari berbagai penyakit.

Olahraga bersama dipimpin langsung oleh Komandan Kodim 0728/Wonogiri Letkol Inf Rodricho Ivan Pattihahuan bersama seluruh anggota jajaran Kodim 0728/Wonogiri. Kegiatan jalan cepat dilaksanakan di halaman Stadion Pringgondani Wonogiri pada Jumat (3/7/2026).

banner 336x280

Dandim: Olahraga untuk Kebugaran dan Kebersamaan
Letkol Inf Ivan, sapaan akrabnya, menginginkan prajurit dan keluarganya memiliki tubuh yang sehat, kuat, terlatih, dan terampil. Menurutnya, pentingnya menjaga kesehatan tubuh dilakukan agar dapat beraktivitas dengan prima dan terhindar dari berbagai penyakit.

Sebelum melaksanakan olahraga, Dandim mengajak para anggota untuk sadar akan pentingnya melaksanakan kegiatan olahraga yang sangat bermanfaat bagi kesehatan tubuh, terlebih bagi prajurit yang akan memasuki masa purna tugas.

“Masih banyak orang yang tidak peduli atau tidak menjaga kesehatan tubuhnya dengan baik,” ujarnya.

Olahraga sebagai Sarana Komunikasi dan Silaturahmi
Selain itu, abituren Akmil 2006 ini juga mengajak untuk meningkatkan kebersamaan. Menurutnya, dengan olahraga bersama, prajurit dan keluarga besar Kodim 0728/Wonogiri dapat menjaga kesehatan sekaligus menjadikannya sebagai sarana komunikasi informal.

“Melaksanakan olahraga bersama-sama, di situ letak kebersamaan. Anggota senang hatinya jika para atasannya bersama-sama. Kebersamaan ini kita gunakan di samping olahraga juga untuk berkomunikasi. Kebersamaan ini penting, para senior dan junior, silakan sambil olahraga sambil ngobrol dengan anggota,” pesannya.

Pesan untuk Anggota: Lakukan Aktivitas dengan Senang Hati
Di akhir pengarahannya, Dandim berharap kepada anggotanya agar setiap aktivitas yang dilakukan dibuat dengan perasaan senang dan tidak dijadikan sebagai sesuatu yang membuat diri sendiri susah dan sedih, sehingga pikiran tidak terbebani.

“Semua yang kita lakukan, lakukanlah dengan senang hati. Jangan biarkan beban pikiran mengganggu kesehatan dan kebersamaan kita,” pungkasnya. (Agus Kemplu)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *