APKOMINDO dan APTIKNAS Dukung Konsorsium Nasional AI Humanoid Indonesia

Jakarta, doreng45.com – Indonesia memasuki babak baru dalam pengembangan Physical Artificial Intelligence (Physical AI) melalui Kick-Off Program Pelatihan dan Inisiasi Sertifikasi SDM Pengembang Robot Humanoid Nasional yang diselenggarakan oleh PT SARI Teknologi Global di Robopark Indonesia, Pluit Village, Jakarta Utara.

Lebih dari sekadar peluncuran program pelatihan dan sertifikasi, kegiatan yang berlangsung pada 29 Juni–3 Juli 2026 ini menjadi momentum strategis lahirnya inisiatif pembentukan Konsorsium Nasional AI Humanoid Indonesia sebagai wadah kolaborasi lintas sektor dalam mempercepat pengembangan ekosistem AI humanoid yang aman, terstandar, berkelanjutan, dan berdaya saing global.

banner 336x280

Perkembangan pesat Artificial Intelligence telah membawa dunia memasuki era Physical AI, yaitu kecerdasan buatan yang diwujudkan dalam bentuk robot humanoid yang mampu berinteraksi langsung dengan manusia. Berbagai negara telah menjadikan teknologi ini sebagai pilar transformasi industri masa depan di bidang manufaktur, kesehatan, pendidikan, logistik, layanan publik, keamanan, hingga pertahanan. Indonesia memiliki peluang besar untuk tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga pengembang, inovator, dan produsen robot humanoid yang mampu bersaing di tingkat internasional.

Suasana Kick-Off Program Pelatihan dan Inisiasi Sertifikasi SDM Pengembang Robot Humanoid Nasional di Robopark Indonesia, Pluit Village, Jakarta, 29 Juni–3 Juli 2026. (Foto: Redaksi Doreng45)

Sebagai perusahaan teknologi nasional yang telah berkiprah lebih dari satu dekade, PT SARI Teknologi Global menginisiasi program ini sebagai fondasi awal pembangunan sumber daya manusia dan standar kompetensi nasional di bidang AI humanoid. Program ini diarahkan untuk menyiapkan standar kompetensi bagi tiga profesi utama: Pilot/Operator Robot HumanoidTrainer Robot Humanoid, dan Developer Robot Humanoid.

CEO PT SARI Teknologi Global, (Cand.) Dr. Ir. Yohanes Kurnia Widjaja, S.T., M.M.S.I., menegaskan bahwa pembangunan ekosistem AI humanoid harus dimulai dari kesiapan sumber daya manusia.

“Hari ini bukan sekadar peluncuran program pelatihan, tetapi langkah awal membangun fondasi Indonesia menuju era Physical AI. Kekuatan utama bangsa bukan hanya pada teknologinya, tetapi juga pada kualitas sumber daya manusianya,” ujarnya.

Ir. Soegiharto Santoso, S.H. (Hoky), Ketua Umum APKOMINDO sekaligus Pendiri dan Ketua Umum APTIKNAS, menyatakan bahwa pembentukan Konsorsium Nasional AI Humanoid Indonesia merupakan langkah visioner yang perlu didukung bersama.

“APKOMINDO dan APTIKNAS menyambut baik inisiatif PT SARI Teknologi Global. Pengembangan teknologi masa depan tidak dapat dilakukan sendiri, melainkan harus dibangun melalui kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, industri, perguruan tinggi, lembaga sertifikasi profesi, asosiasi, komunitas riset, dan seluruh pemangku kepentingan,” tutur Hoky yang juga menjabat sebagai Sekjen PERATIN dan Wakil Ketua Umum SPRI.

Hoky mengingatkan bahwa pengembangan AI humanoid harus mengedepankan prinsip keselamatan (safety), keamanan (security), etika AI, perlindungan data, serta kepatuhan terhadap regulasi.

“Semakin canggih teknologi yang kita bangun, semakin besar pula tanggung jawab kita untuk memastikan teknologi tersebut aman, terpercaya, beretika, dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat,” tegasnya.

Selama lima hari pelaksanaan, peserta mengikuti peluncuran program sertifikasi, demonstrasi teknologi Physical AI, diskusi penyusunan standar kompetensi, pengembangan kurikulum, hingga skema sertifikasi profesi.

Acara dihadiri oleh berbagai tokoh penting, termasuk Jahja B. Soenarjo (Ketua Umum CEO Business Forum), Dr. Ir. Hendy Risdianto Wijaya (Ketua Umum IAIS), Dr. Ir. Lukas (Magister Teknik Elektro Unika Atma Jaya), serta para akademisi dan praktisi industri.

Dalam kesempatan tersebut, Ir. Hendy Risdianto Wijaya mengusulkan penyusunan Roadmap Nasional AI Humanoid Indonesia 2026–2045 sebagai dokumen strategis yang menjadi acuan bersama dalam pengembangan SDM, standardisasi kompetensi, riset, inovasi, dan kebijakan nasional.

Seluruh peserta menyatakan kesiapan untuk berperan aktif dalam mendukung pembentukan konsorsium dan penyusunan roadmap sebagai fondasi menuju kemandirian teknologi nasional. Melalui semangat kolaborasi dan gotong royong, Indonesia diyakini mampu tampil sebagai pencipta inovasi robot humanoid karya anak bangsa yang berstandar internasional dan berkontribusi nyata dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045(Hndr)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *