MEDAN, doreng45.com – Di balik ratusan ribu nyawa yang terancam, ada kerja senyap berbulan-bulan yang akhirnya berbuah hasil luar biasa. Satuan Reserse Narkoba (Satres Narkoba) Polresta Deliserdang berhasil menggagalkan peredaran empat jenis narkotika skala besar asal Malaysia 53 kilogram lebih sabu, 3.249 unit liquid cartridge vape, 9.112 butir ekstasi, dan 350 saset happy water sebelum sempat membanjiri wilayah Lubukpakam dan sekitarnya.
Tiga tersangka dibekuk tepat di pintu Tol Lubukpakam. Narkoba itu masuk ke Indonesia melalui jalur tikus Pelabuhan Tanjungleidong, Tanjungbalai jalur gelap yang selama ini menjadi pintu masuk favorit jaringan narkoba lintas negara.
Keberhasilan ini bukan kebetulan. Di baliknya ada pengintaian panjang, penyamaran berisiko tinggi, hingga penggerebekan ke sarang bandar yang tidak segan membawa senjata.
Dari akumulasi barang bukti yang disita, total jiwa yang berhasil diselamatkan dari ancaman narkoba diperkirakan mencapai 250.772 jiwa angka yang bukan sekadar statistik, melainkan representasi nyata dari anak-anak, keluarga, dan masa depan yang berhasil dilindungi.
Operasi ini berada di bawah komando Kapolresta Deliserdang Kombes Pol Hendria Lesmana, S.I.K., M.Si., bersama Kasat Narkoba Kompol Dr. Fery Kusnadi, S.H., M.H., dan Kanit Idik I Iptu Dhani J. Kurniawan beserta seluruh jajarannya.
Apresiasi pertama datang dari Ketua DPRD Deliserdang, Zakky Shahri, S.H. Ia menilai keberhasilan ini melampaui sekadar angka barang bukti.
“Pengungkapan kasus narkoba bukan sekadar soal angka. Di balik setiap penggerebekan, ada nyawa anak bangsa yang berhasil diselamatkan dari kehancuran,” ujar Zakky kepada wartawan, Minggu (3/5), di kediamannya.
Zakky yang juga menjabat Ketua DPC Partai Gerindra Deliserdang itu menegaskan, narkoba adalah pemicu berantai berbagai kejahatan lain.
“Begal untuk beli sabu, KDRT karena suami kecanduan, anak putus sekolah, kecelakaan lalu lintas. Dengan memutus suplai narkoba, polisi sekaligus menekan angka kriminalitas lain. Satu pengungkapan, puluhan tindak pidana lain yang berhasil dicegah,” tegasnya.
Apresiasi tak hanya datang dari legislatif. Ketua PD AMPG Deliserdang, Dharma Syahputra Purba, turut menyampaikan penghargaannya atas kinerja Polresta Deliserdang yang dinilai konsisten dan ikhlas dalam memberantas narkoba.
“Ke depannya, peredaran narkoba di wilayah hukum Deliserdang dapat terus digagalkan dan dimusnahkan,” harap Dharma.
Suara senada juga datang dari Ketua MD KAHMI Deliserdang, Dr. Mansyur Hidayat Pasaribu, M.Pd. Ia menyebut pengungkapan ini sebagai prestasi nyata yang patut mendapat penghargaan setinggi-tingginya dari masyarakat.
“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kinerja Polresta Deliserdang,” ucap Mansyur singkat namun penuh makna.
Fakta bahwa narkoba ini masuk melalui Pelabuhan Tanjungleidong di Tanjungbalai menjadi catatan penting. Jalur ini bukan kali pertama digunakan jaringan narkoba internasional untuk menyelundupkan barang haram ke daratan Sumatera.
Keberhasilan Polresta Deliserdang memotong jalur distribusi ini diharapkan menjadi sinyal kuat bagi jaringan serupa bahwa aparat tidak tidur, dan setiap celah akan terus dipersempit.
Pengungkapan ini sekaligus menjadi pengingat keras bagi semua pihak: perang melawan narkoba adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya milik aparat semata. (Tim doreng45.com)










