Lumajang, doreng45.com – Dalam rangka menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman, Babinsa Sumberrejo Koramil 0821-02/Sukodono, Serka Lolok Wahyudi , melaksanakan kegiatan sosialisasi perundungan (bullying) kepada siswa SDN Sumberejo 02 di Dusun Klingsi, Desa Sumberejo, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Lumajang, Sabtu (25/4/2026).
Dalam kesempatan itu, Serka Lolok Wahyudi menjelaskan pengertian bullying, dampak negatifnya, dan langkah-langkah pencegahan. Fokus utama penyuluhan adalah edukasi tentang bahaya bullying dan kenakalan remaja. Ia menekankan pentingnya saling menghargai dan menciptakan lingkungan bebas intimidasi.
“Bullying tidak hanya merusak hubungan sosial, tetapi juga meninggalkan luka psikologis yang mendalam. Mari bersama-sama kita ciptakan suasana sekolah yang penuh dengan rasa saling menghormati. Kami juga mengajak para siswa untuk menghindari pengaruh negatif yang dapat merusak masa depan mereka,” ujar dia.
Kepala Sekolah: Edukasi Membangun Generasi Berkarakter
Sementara itu, Kepala Sekolah Arya Rangga Pramita, S.Pd.SD , mengatakan bahwa edukasi yang membangun penting untuk menciptakan generasi yang kuat, berkarakter, dan kompetitif di masa depan.
“Dengan adanya kegiatan ini, anak-anak sekarang lebih memahami apa itu bullying dan bagaimana cara menghindarinya. Ini sangat membantu kami sebagai pendidik, sehingga anak-anak kami dapat termotivasi dalam mengembangkan kepribadian yang baik,” pungkasnya.
Dampak Jangka Panjang Sosialisasi Anti-Bullying
Sosialisasi anti-bullying ini diharapkan memberikan dampak jangka panjang dalam membangun kesadaran anti-bullying dan meningkatkan kedisiplinan siswa, sehingga tercipta lingkungan sekolah yang harmonis dan positif.
Peran aktif Babinsa dalam memberikan edukasi di sekolah menunjukkan bahwa upaya pencegahan bullying membutuhkan kolaborasi antara TNI, tenaga pendidik, dan orang tua. Dengan pemahaman yang baik sejak dini, generasi muda diharapkan dapat tumbuh dalam lingkungan yang saling menghormati dan bebas dari intimidasi.
Toelos SH










