Surabaya, doreng45.com – Partai Gema Bangsa yang linier dengan Presiden Prabowo Subianto dan Partai Gerakan Rakyat yang linier dengan Anies Baswedan, dua partai politik (parpol) baru, ngebut membangun jejaring nasional hingga dalam waktu singkat telah merambah seluruh provinsi di Indonesia bahkan berbagai kabupaten/kota. Gerakannya masif dan mengancam parpol-parpol lama, dengan posisi di mana pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2029 bisa mengusung Calon Presiden (Capres).
Ikuti juga Partai Rakyat Indonesia (PRI/PARI) dengan Ketua Umum Muhammad Nazaruddin (mantan Demokrat) dengan Sekjen Adhitya Yusma dan Ketua Dewan Pembina Wiranto (mantan Hanura).
Partai Gema Bangsa yang mendukung Prabowo Subianto menjadi Calon Presiden (Capres) lagi pada Pemilu 2029 memiliki susunan pengurus:
-
Ahmad Rofiq sebagai Ketua Umum
-
Muhammad Sopiyan sebagai Sekretaris Jenderal
Sementara Partai Gerakan Rakyat (PGR) , ketua umum dipegang oleh Sahrin Hamid.
Menurut R. Trihar , pemerhati masalah sosial politik, parpol-parpol tersebut bisa mengusung Capres dalam Pilpres 2029.
Dalam beberapa hari sebelum Hari Raya Idul Fitri 1447 H/2026 M, berbagai Pemerintah Daerah (Pemda) telah memasukkan dua parpol tersebut dalam deretan parpol yang ikut diundang dalam acara Buka Puasa Bersama (Bukber) .
Daerah yang super aktif di antaranya di Provinsi Jawa Timur, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Jawa Barat, Bali, Banten dengan berbagai kabupaten/kota seperti Kabupaten Malang, Kabupaten Lumajang, Kabupaten Nganjuk, Mojokerto, Jombang dan lainnya.
“Mereka bisa usung Capres pada Pilpres 2029. Bahkan dalam beberapa waktu ke depan, bisa saja di antara parpol baru yang mendukung Presiden Prabowo untuk Capres lagi pada Pilpres 2029 mendapatkan jatah posisi dari pemerintah pusat,” ungkap R. Trihar.
Siswahyu Kurniawan , penulis buku biografi Bung Karno dan Pak Harto serta penulis buku biografi pelawak nasional Asmuni – Srimulat, kurang lebih sepakat dengan yang disampaikan R. Trihar.
Namun ia menambahkan, yang saat ini jauh lebih penting adalah penguatan riil di lapangan untuk masyarakat, sekaligus untuk mengurangi agar tidak terjebak pada gebyar-gebyar elite. Banyak parpol lain yang gagal memasukkan calegnya sebagai anggota DPR RI (pusat) meskipun parpolnya telah dibesut dengan ‘modal’ yang luar biasa besar.
Ia mengatakan, modal untuk gebyar nasional mungkin perlu, namun dibatasi, lebih diarahkan untuk penguatan di daerah-daerah , terutama terhadap para pengurus daerah yang serius dengan gerakan riil. Termasuk bagaimana para pengurus pusat hingga daerah lebih bersinergi untuk menyiapkan caleg potensial terutama untuk DPR RI.
“Kenapa DPR RI? Karena bisa lebih strategis untuk penguatan parpol ke depan,” pungkasnya.
081216271926 / 081215754186 (Siswahyu).










