Bori, doreng45.com – Prajurit Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 763/SBA Pos Bori mengembangkan program ketahanan pangan dengan memanfaatkan lahan di sekitar pos untuk bercocok tanam. Beragam komoditas seperti kangkung, keladi, singkong, ubi jalar, jagung, dan cabai ditanam untuk mendukung logistik internal dan menjaga stabilitas ekonomi warga Kampung Bori di perbatasan Papua, Sabtu (8/2/2026).
Program ini merupakan wujud kemandirian dan kepedulian TNI. Sebagian besar hasil panen dibagikan langsung kepada masyarakat setempat sebagai bentuk kedekatan dan kontribusi nyata terhadap kesejahteraan warga.
Kegiatan bercocok tanam ini tidak hanya bertujuan memenuhi kebutuhan pangan prajurit, tetapi juga menjadi sarana efektif untuk menjalin kedekatan dengan masyarakat. Dalam perspektif teritorial, ketahanan pangan yang kuat diyakini sebagai pilar penting untuk mendukung stabilitas keamanan yang berkelanjutan di wilayah perbatasan.

“TNI meyakini bahwa ketahanan pangan yang kuat merupakan pilar penting dalam mendukung stabilitas keamanan di wilayah perbatasan,” jelas pernyataan Satgas.
Dengan memilih jenis tanaman yang sesuai karakteristik wilayah, program ini diharapkan dapat memberikan hasil panen optimal. Selain sebagai dukungan logistik operasional, distribusi hasil panen kepada warga juga membantu menjaga stabilitas ekonomi lokal dengan menyediakan akses pangan yang lebih terjangkau.
Inisiatif ini memperlihatkan peran Satgas Pamtas tidak hanya sebagai penjaga kedaulatan wilayah, tetapi juga sebagai mitra pembangunan dan penggerak kesejahteraan di tingkat komunitas paling terdepan.
Satgas Yonif 763/SBA berkomitmen untuk terus hadir sebagai solusi dan menjadi motor penggerak kesejahteraan di tanah Papua. Program ketahanan pangan ini diharapkan dapat terus dikembangkan dan berkelanjutan, menciptakan kemandirian pangan serta memperkuat ketahanan masyarakat di wilayah perbatasan.
Redaksi Doreng45










