Akademisi USU: Ekonomi Daerah yang Kuat Jadi Prasyarat Stabilitas Kamtibmas Jangka Panjang

Medan, doreng45.com – Stabilitas ekonomi daerah memiliki keterkaitan langsung dengan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas). Hal ini ditekankan oleh Akademisi Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara (USU), Arif Qaedy Hutagalung, SE, M.Si, dalam Forum Diskusi bertajuk “Dampak Pelemahan Rupiah” di Medan, Jumat (6/2/2026).

“Kalau keamanan berantakan, ekonominya juga berantakan. Ekonomi yang bagus bakal menghadirkan stabilitas sosial,” ujar Arif Qaedy di hadapan sekitar 75 peserta yang terdiri dari mahasiswa USU dan pelaku UMKM anggota DPD HIPPI Kota Medan.

banner 336x280

Perlunya Penguatan Struktur Usaha Lokal

Arif menegaskan bahwa menjaga stabilitas ekonomi tidak cukup hanya dengan mengendalikan harga. Yang lebih krusial adalah penguatan struktur usaha lokal agar masyarakat tetap produktif dan tangguh (resilient) dalam menghadapi gejolak.

“Ekonomi daerah yang kuat adalah prasyarat stabilitas sosial dan keamanan jangka panjang. Lemahnya sektor usaha mikro bisa berdampak pada meningkatnya kerawanan sosial,” jelasnya.

Beberapa potensi gangguan stabilitas sosial yang dipicu tekanan ekonomi antara lain konflik skala kecil, peningkatan kriminalitas ekonomi, dan ketegangan di kawasan padat penduduk.

Sinergi Lintas Pihak untuk Ekonomi yang Kondusif

Forum yang juga menghadirkan Kepala BPS Sumut, Asim Saputra, ini menekankan pentingnya kolaborasi dan sinergi antarinstansi, mulai dari pemerintah daerah, aparat keamanan, akademisi, hingga pelaku usaha. Kerja sama ini vital untuk menciptakan ekosistem ekonomi yang kondusif dan mendukung iklim investasi.

Asim Saputra menyoroti bahwa tantangan iklim usaha di Sumut masih terkendala biaya produksi yang tinggi. “Inflasi bisa kita jaga ketika ekonomi kita kondusif. Untuk menjaga ekonomi kondusif, tidak boleh ada pelaku usaha yang mengambil kesempatan ketika situasi sedang tidak baik,” ujarnya.

Bukti Pemulihan Pasca-Bencana dan Deflasi Februari

Asim juga memberikan kabar positif terkait upaya pemulihan pascabencana. “Pascabencana di Sumatera, kita sempat mengalami kendala distribusi. Untuk Nias, inflasi sempat mencapai 10%. Namun, bulan Februari ini kita mengalami deflasi cukup dalam, sekitar 0,75%. Ini membuktikan upaya pemerintah memasok komoditas, khususnya di Kepulauan Nias, sudah berjalan normal,” tuturnya.

Dengan sinergi yang kuat dan fokus pada penguatan ekonomi lokal, diharapkan stabilitas ekonomi dan Kamtibmas di Sumatera Utara dapat terjaga secara berkelanjutan.

Tim doreng45.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *