Babinsa Kemusu Boyolali Anjangsana ke Pengrajin Kayu, Dukung UMKM Lokal

Boyolali, doreng45.com – Kopka Budi Suryanto, Babinsa Koramil 18/Kemusu Kodim 0724/Boyolali, melakukan anjangsana sekaligus komunikasi sosial (komsos) ke usaha pertukangan milik Bapak Lasiman di Dukuh Kedungpring, Desa Kedungrejo, Kecamatan Kemusu, Rabu (2/2/2026). Kunjungan ini merupakan wujud nyata kedekatan TNI dengan warga dan upaya mendukung ekonomi kreatif lokal.

Dalam kunjungannya, Kopka Budi melihat langsung proses pembuatan tiang rumah limasan oleh Bapak Lasiman dan memberikan motivasi untuk pengembangan usahanya. “Saya salut dengan keterampilan yang dimiliki Bapak Lasiman. Kami akan selalu hadir di tengah warga agar setiap informasi dan potensi dapat diketahui,” ujar Kopka Budi Suryanto.

banner 336x280

Anjangsana ini tidak sekadar bersilaturahmi. Menurut Babinsa, komunikasi sosial yang rutin dan langsung seperti ini merupakan metode efektif untuk menjalin kerja sama, memantau situasi wilayah, serta menyerap aspirasi dan keluhan masyarakat sejak dini.

“Komsos adalah sarana untuk mengetahui berbagai permasalahan maupun potensi di masyarakat. Dengan begitu, kami bisa mengambil langkah pencegahan atau dukungan yang tepat,” jelasnya.

Kehadiran Babinsa di tengah pelaku usaha mikro seperti Bapak Lasiman memberikan dukungan moral yang signifikan. Interaksi ini menunjukkan bahwa TNI tidak hanya fokus pada aspek keamanan, tetapi juga peduli pada ekonomi kerakyatan dan kelestarian keterampilan tradisional seperti pertukangan kayu.

Dukungan ini diharapkan dapat memotivasi pengrajin untuk terus mengembangkan usahanya, menjaga kualitas, dan mungkin membuka jaringan yang lebih luas.

Kegiatan anjangsana ke lapangan seperti ini adalah implementasi konkret dari konsep kemanunggalan TNI dengan rakyat. Dengan mendatangi warga di tempat usahanya, Babinsa menegaskan posisinya sebagai bagian dari masyarakat yang siap mendengar, mendukung, dan melindungi.

Pendekatan manusiawi dan proaktif ini menjadi fondasi penting dalam membangun ketahanan wilayah dari tingkat komunitas yang paling dasar.

Agus Kemplu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *