Lumajang, doreng45.com – Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan Pemerintah Desa Padang kompak menggerakkan masyarakat untuk kerja bakti pembersihan jalan dan selokan di Dusun Krajan RT 003 dan 004, Desa Padang, Kecamatan Padang, Lumajang, Kamis (29/1/2026). Kegiatan ini melibatkan Babinsa Sertu Joni Sugiarto, Kepala Desa Ahmad Fauzi, Bhabinkamtibmas Aiptu Agus Widodo, perangkat desa, dan puluhan warga.
“Kerja bakti ini wujud kebersamaan dan sinergi TNI, Polri, pemerintah desa, dan masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan. Dengan lingkungan bersih, kita cegah banjir dan ciptakan desa yang sehat,” ujar Sertu Joni Sugiarto.
Tujuan Ganda: Cegah Banjir dan Pererat Kohesi Sosial
Kegiatan ini tidak hanya bertujuan membersihkan sampah, rumput liar, dan endapan lumpur yang menyumbat saluran air. Lebih dari itu, kerja bakti berfungsi sebagai upaya preventif menghadapi musim hujan sekaligus media memperkuat hubungan antar elemen masyarakat di desa.
Kepala Desa Padang, Ahmad Fauzi, mengapresiasi semangat gotong royong warga yang masih terjaga. “Sinergi Tiga Pilar bersama warga adalah kekuatan utama membangun Desa Padang. Semoga kesadaran menjaga kebersihan lingkungan semakin meningkat,” tuturnya.
Dampak Positif terhadap Keamanan dan Ketertiban
Bhabinkamtibmas Aiptu Agus Widodo menekankan bahwa kegiatan seperti ini memiliki dampak langsung terhadap kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas). Lingkungan yang bersih dan hubungan sosial yang harmonis menciptakan fondasi bagi stabilitas wilayah.
“Dengan lingkungan bersih dan hubungan sosial yang baik, situasi Kamtibmas di Desa Padang akan tetap aman dan kondusif,” jelas Aiptu Agus Widodo.
Menjaga Tradisi Gotong Royong di Tengah Modernisasi
Kerja bakti yang berlangsung tertib dan penuh semangat ini membuktikan bahwa tradisi gotong royong masih hidup kuat di Desa Padang. Kolaborasi antara unsur keamanan (TNI-Polri), pemerintah desa, dan masyarakat menjadi contoh nyata pembangunan partisipatif dari tingkat dasar.
Aksi nyata ini diharapkan tidak hanya membersihkan lingkungan fisik, tetapi juga memperkuat rasa memiliki dan tanggung jawab kolektif warga terhadap desanya, menciptakan fondasi yang kokoh untuk pembangunan berkelanjutan.
Siswadi










