Tegal, doreng45.com – Menanggapi temuan viral kayu gelondongan di Pantai Larangan, Kapolres Tegal AKBP Bayu Prasetyo turun langsung ke lokasi bersama pihak Perhutani KPH Pekalongan Barat, Selasa (27/1/2026). Pengecekan lapangan ini dilakukan untuk memastikan asal-usul kayu dan mengonfirmasi apakah terkait dengan praktik illegal logging.
Hasilnya, Perhutani memastikan kayu-kayu jenis sengon dan geringging tersebut bukan hasil penebangan, melainkan material alam yang terbawa dari lereng Gunung Slamet akibat cuaca ekstrem.
“Berdasarkan pengamatan visual, kayu-kayu ini adalah vegetasi alam dari Gunung Slamet. Bukan hasil tebangan resmi maupun ilegal. Bekas batangnya tidak rapi dan sudah lapuk,” jelas Administratur Perhutani KPH Pekalongan Barat, Maria Endah Ambarwati.
Maria menerangkan bahwa material kayu tersebut diduga berasal dari pohon tumbang di daerah tangkapan air Kali Gung, yang luasnya mencapai 1.800 hektare di lereng Gunung Slamet. Saat terjadi hujan ekstrem di hulu, kayu-kayu tersebut terbawa aliran air hingga terdampar di muara, yaitu Pantai Larangan.
Kesimpulan ini diperkuat dengan dokumentasi dari basecamp pendakian Gunung Slamet. “Dari foto di pos tiga dan pos empat, terlihat batang kayu mirip dengan yang ada di Pantai Larangan. Ini menguatkan bahwa sumbernya memang dari kawasan lereng Slamet,” tambah Maria.
Langkah cepat Kapolres Tegal beserta jajaran menunjukkan komitmen aparat dalam merespon isu publik secara transparan dan berbasis fakta. Turunnya kapolres ke lokasi bukan hanya untuk klarifikasi, tetapi juga mencegah spekulasi dan keresahan yang lebih luas di masyarakat.
“Kami ingin memastikan dan memberi kepastian hukum kepada masyarakat. Setelah koordinasi dan pengecekan dengan Perhutani, dapat disimpulkan bahwa ini adalah kejadian alam,” ujar perwakilan Polres Tegal.
Perhutani dan Polres Tegal menegaskan bahwa fenomena ini murni akibat faktor alam. Kedua institusi mengimbau masyarakat untuk tidak khawatir berlebihan, tetapi tetap diajak untuk proaktif menjaga lingkungan.
Masyarakat dihimbau untuk melaporkan jika menemukan aktivitas mencurigakan terkait kehutanan, sekaligus meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak cuaca ekstrem yang dapat menyebabkan kejadian serupa di masa depan.
Dengan penjelasan yang komprehensif dan bukti visual, diharapkan informasi yang beredar di masyarakat dapat diluruskan dan fokus beralih pada upaya mitigasi serta pelestarian lingkungan bersama.
Redaksi doreng45.com










