Lumajang, doreng45.com – Menjaga ketersediaan air untuk pertanian merupakan langkah vital dalam mendukung ketahanan pangan tingkat desa. Sebagai bentuk kepedulian terhadap hal ini, Babinsa Sumbersari Koramil 0821-16/Rowokangkung, Koptu Heru Suprayitno, menginisiasi dan memimpin langsung kegiatan kerja bakti pembersihan aliran irigasi di Dusun Bayur, Desa Sumbersari, Kecamatan Rowokangkung, Sabtu (17/1/2026).
Kegiatan gotong royong yang melibatkan perangkat desa dan puluhan warga ini difokuskan pada pengangkatan tumpukan sampah rumah tangga serta material lain yang menyumbat saluran air. Irigasi yang bersih dan lancar menjadi kunci utama bagi kelangsungan usaha tani warga setempat yang mengandalkan aliran air untuk mengairi sawah mereka.

Dalam keterangannya, Koptu Heru Suprayitno menegaskan bahwa kegiatan ini memiliki nilai strategis ganda. Di satu sisi, membersihkan saluran air untuk kepentingan praktis pertanian. Di sisi lain, sebagai media edukasi untuk menumbuhkan kesadaran lingkungan kolektif di tengah masyarakat.
“Kerja bakti ini adalah bentuk nyata kepedulian kita bersama. Selain memulihkan fungsi irigasi, momentum ini kami harap dapat meningkatkan pemahaman warga agar tidak membuang sampah sembarangan, khususnya ke saluran air yang menjadi urat nadi pertanian kita,” jelas Babinsa Sumbersari tersebut.
Dukungan terhadap inisiatif ini juga datang dari petugas teknis. Totok, perwakilan dari PU Pengairan yang turut hadir, menyatakan apresiasinya. Ia menilai sinergi antara unsur TNI, pemerintah desa, dan masyarakat seperti ini sangat efektif. Selain menjaga fungsi irigasi, aksi preventif semacam ini juga dapat meminimalisir risiko banjir rob atau kerusakan infrastruktur saluran air di musim penghujan.
Kepala Desa Sumbersari, Adi Samaludin, turut menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kepemimpinan dan partisipasi aktif Babinsa dalam menggerakkan masyarakat. Ia berharap kegiatan serupa dapat diinstitusionalisasikan menjadi budaya rutin atau program desa.
“Kami mendorong agar semangat gotong royong ini tidak berhenti di sini. Mari kita jadikan menjaga kebersihan irigasi dan lingkungan sebagai tanggung jawab bersama. Keuntungannya akan langsung kita rasakan, mulai dari sawah yang terairi baik hingga lingkungan yang sehat,” ajak Adi Samaludin.
Melalui kerja bakti ini, diharapkan tidak hanya masalah penyumbatan irigasi yang terselesaikan, tetapi juga terbangunnya paradigma baru warga untuk secara aktif menjaga aset publik dan lingkungan demi kesejahteraan bersama yang berkelanjutan.
Guntur Trimulyo










