Karanganyar, doreng45.com – Pengurus Koperasi Merah Putih dinilai sebagai ujung tombak keberhasilan program penguatan ekonomi kerakyatan yang dicanangkan pemerintah. Namun, di balik besarnya peran tersebut, muncul aspirasi dari lapangan terkait penguatan kewenangan dan kejelasan skema kesejahteraan bagi para pengurus yang mayoritas bekerja secara sukarela.
Pemerhati koperasi, Yonatan Liliek P, SE., S.Kom., MM, menegaskan bahwa pengurus harus ditempatkan sebagai subjek utama. Secara regulasi, dialah pihak yang bertanggung jawab penuh atas pengelolaan koperasi dan pertanggungjawaban kepada anggota.
“Secara regulasi, ujung tombak jalannya koperasi ada di tangan pengurus. Maka sudah sepatutnya mereka mendapatkan dukungan, termasuk apresiasi kesejahteraan yang layak dan tidak hanya bergantung pada Sisa Hasil Usaha (SHU),” ujar Yonatan.
Evaluasi Peran Pendampingan Bisnis Asisten dan PMO
Di sisi lain, implementasi program di lapangan mendapat catatan. Kehadiran Bisnis Asisten dan Project Management Office (PMO) dinilai belum sepenuhnya efektif dalam memberikan pendampingan yang kontekstual dan berkelanjutan untuk pengembangan usaha serta manajemen risiko koperasi.
Kondisi ini mendorong perlunya evaluasi objektif terhadap pola pendampingan agar peran mereka benar-benar menguatkan kapasitas pengurus, tanpa menimbulkan ketergantungan atau tumpang tindih kewenangan.
Dukungan untuk Program dengan Perbaikan Sistem
Yonatan menyatakan kesiapannya mendukung program pemerintah, namun dengan catatan pentingnya keberpihakan kebijakan. “Program pemerintah ini sangat baik. Namun agar benar-benar berhasil, pengurus koperasi yang sejak awal bekerja sukarela perlu diberikan apresiasi yang adil, transparan, dan berkelanjutan,” tegasnya.
Ia menekankan, kesejahteraan pengurus bukan untuk memperkaya, melainkan agar mereka dapat bekerja secara fokus, profesional, dan akuntabel. Penguatan koperasi tidak cukup hanya dengan program, tetapi harus dibarengi dengan penguatan SDM pengurus, kejelasan peran, dan sistem evaluasi yang transparan.
Dengan dukungan yang tepat, Koperasi Merah Putih diharapkan mampu tumbuh sehat, mandiri, dan menjadi pilar ekonomi kerakyatan yang sesungguhnya.
Oleh: YN/Eko










