Kodim Lumajang Tanam 500 Bibit Pohon untuk Mitigasi Bencana Lereng Semeru

Lumajang, doreng45.com – Kodim 0821/Lumajang memulai Gerakan Penghijauan Tahun 2026 dengan menanam lebih dari 500 bibit pohon di Desa Jugosari, Kecamatan Candipuro, Rabu (14/1/2026). Aksi nyata ini merupakan upaya strategis mitigasi bencana untuk memulihkan daya dukung lingkungan dan menekan risiko banjir lahar dingin dan tanah longsor di lereng Semeru.

Kegiatan yang dipusatkan di wilayah rawan terdampak ini dipimpin Danramil 0821-09/Candipuro, Kapten Inf Sumarno. Ia menegaskan bahwa penghijauan adalah investasi jangka panjang untuk perlindungan masyarakat.

banner 336x280

“Penanaman pohon ini upaya kolektif untuk memperkuat mitigasi bencana. Ini bukan sekadar simbolis, tapi aksi berkelanjutan untuk mengembalikan stabilitas ekosistem,” ujar Kapten Sumarno.

Personel Kodim 0821/Lumajang bersama warga dan relawan bergotong royong menanam bibit pohon di lahan kritis Desa Jugosari sebagai bagian dari Gerakan Penghijauan Tahun 2026 untuk mitigasi bencana.

Kombinasi Pohon Ekologis dan Ekonomis
Bibit yang ditanam terdiri dari jenis yang memiliki fungsi ganda. Mahoni berperan menahan erosi dan memperkuat tanah, sementara alpukat, pete, dan durian memberikan nilai ekonomis bagi masyarakat di masa depan.

“Semoga apa yang kita lakukan hari ini tidak berhenti pada penanaman, tetapi benar-benar memberi manfaat. Tugas berikutnya adalah merawat dan memastikan pohon ini tumbuh baik,” imbuhnya.

Sinergi TNI, Polri, dan Masyarakat
Ratusan personel TNI, Polri, relawan, perangkat desa, dan warga bergotong royong menanam bibit di sektor-sektor yang telah dipetakan berdasarkan tingkat kerawanan. Penanaman dilakukan sesuai standar untuk memaksimalkan tingkat keberhasilan pertumbuhan.

Program ini merupakan bagian dari tugas pembinaan teritorial TNI AD untuk memperkuat ketahanan wilayah. Kodim 0821/Lumajang berkomitmen tidak hanya menanam, tetapi juga melakukan pemantauan, penyiraman berkala, dan pelaporan perkembangan bibit melalui jajaran Koramil dan Babinsa.

Gerakan ini menjadi contoh konkret sinergi TNI-masyarakat dalam menjaga kelestarian alam, mengurangi risiko bencana, dan mewujudkan Lumajang yang lebih aman dan berketahanan pasca erupsi Semeru.

Guntur Trimulyo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *