Banyuwangi, doreng45.com – Komitmen digitalisasi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi kembali membuahkan prestasi nasional. Berdasarkan hasil pemantauan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB), Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) Banyuwangi dinobatkan sebagai yang terbaik di antara seluruh pemerintah daerah di Indonesia.
Dalam evaluasi yang mencakup 47 indikator di empat domain—kebijakan, tata kelola, manajemen, dan layanan—Banyuwangi meraih kategori “Memuaskan” dengan nilai indeks 4,87 dari skala maksimal 5. Nilai ini merupakan pencapaian tertinggi untuk pemerintah daerah, baik tingkat provinsi maupun kabupaten/kota se-Indonesia.
Peringkat 5 Besar Institusi dengan Indeks SPBE Tertinggi:
- KemenPAN-RB: 4,88
- Pemkab Banyuwangi: 4,87
- Pemprov Jawa Barat: 4,80
- Pemprov Jawa Timur: 4,79
- Pemkot Surabaya: 4,78
Rata-rata indeks SPBE nasional sendiri tercatat sebesar 3,23.
Komitmen Berkelanjutan dan Ekspansi Program Percontohan
Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, mengungkapkan rasa syukur atas capaian ini. “Ini semakin memotivasi kami untuk terus memaksimalkan sistem elektronik dalam administrasi pemerintahan dan layanan publik, dengan terus memperbaiki tata kelola dan kapasitas aparatur,” ujar Ipuk, Kamis (8/1/2026).
Keberhasilan ini mengantarkan Banyuwangi dipercaya pemerintah pusat sebagai “laboratorium hidup” transformasi digital. Salah satunya dengan menjadi pilot project digitalisasi Bantuan Sosial (Bansos) melalui aplikasi Portal Perlinsos, yang bertujuan meningkatkan akurasi dan transparansi penyaluran.
Uji coba yang berjalan sejak September 2025 ini dinilai sukses dan akan diperluas ke sejumlah daerah lain di Indonesia.
Pencapaian ini memperkuat fondasi transformasi digital Banyuwangi yang telah dirintis lama, termasuk melalui sistem terintegrasi “Smart Kampung” yang mendorong budaya digital hingga tingkat desa. (Yusuf)










