Lumajang, doreng45.com – Menjelang pergantian tahun 2026, Ketua Pimpinan Cabang 1321 KB FKPPI Lumajang, dr. Guntur Sugiharto, MM.Kes., menyerukan pentingnya solidaritas sosial sebagai wujud nyata bela negara di tengah rentetan bencana yang melanda Tanah Air. Ia mengimbau agar momen tahun baru diisi dengan hal yang bermanfaat, bukan perayaan berlebihan.
Seruan ini disampaikan menyusul sejumlah musibah di penghujung 2025, seperti banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, serta erupsi Gunung Semeru di Lumajang yang menimbulkan korban jiwa.
“Ditutupnya tahun dengan berbagai keprihatinan membuat tidak elok jika momen pergantian tahun dirayakan secara berlebihan,” tegas dr. Guntur dalam keterangan tertulisnya, Selasa (31/12/2025).
Seruan Bela Negara bagi Penerus Pejuang
Sebagai organisasi putra-putri purnawirawan dan penerus pejuang kemerdekaan, dr. Guntur menekankan peran penting KB FKPPI untuk memimpin contoh.
“KB FKPPI harus mampu mewujudkan sikap bela negara dengan lebih meningkatkan rasa solidaritas sosial dan kepedulian kepada sesama warga bangsa,” ujarnya. Ia menyarankan perayaan tahun baru diisi dengan doa bersama untuk bangsa dan aksi nyata membantu korban bencana.
Imbauan ini sejalan dengan kebijakan Kementerian Dalam Negeri melalui Wamendagri Bima Arya Sugiarto yang telah meminta kepala daerah di seluruh Indonesia untuk tidak menggelar perayaan tahun baru secara berlebihan.
Tawarkan Perbaikan Tata Ruang dan Reboisasi
Di luar aksi tanggap darurat, dr. Guntur juga menyoroti pentingnya langkah preventif. Ia meminta pemerintah segera memperbaiki tata ruang di daerah rawan bencana, salah satunya melalui gerakan penanaman kembali hutan yang gundul.
“Hal ini perlu menjadi skala prioritas agar ke depan tidak terulang bencana alam yang sama. Kami KB FKPPI siap dilibatkan langsung di lapangan jika dibutuhkan,” tutur putra pahlawan kemerdekaan asal Pasirian, Lumajang, ini.
Di akhir pesannya, dr. Guntur menyampaikan doa dan harapan untuk ketabahan serta kekuatan bagi para korban terdampak bencana untuk dapat bangkit kembali. “Yakin bahwa rencana Tuhan Yang Maha Esa selalu indah, karena bersama kesulitan akan selalu ada kemudahan,” pungkasnya.










