Soliditas TNI–Polri di Lumajang, Operasi Lilin Semeru Kawal Perayaan Nataru

Lumajang, doreng45.com – Komitmen kuat dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 ditunjukkan melalui pelaksanaan Apel Gelar Pasukan Operasi Lilin Semeru 2025–2026 di Halaman Mapolres Kabupaten Lumajang, Jumat (19/12/2024).

Suasana Apel Gelar Pasukan Operasi Lilin Semeru 2025-2026 di Halaman Mapolres Lumajang, Jumat (19/12/2024). Tampak personel TNI, Polri, dan unsur Forkopimda Lumajang bersiap mengawal keamanan perayaan Natal dan Tahun Baru.

Apel gelar pasukan ini diikuti oleh Pasi Ops Kodim 0821/Lumajang Kapten Inf Anwar Suprihatin beserta satu satuan setingkat tim (SST) personel Kodim 0821 Lumajang, bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Lumajang, TNI, Polri, serta instansi terkait lainnya. Kegiatan ini menjadi simbol kesiapsiagaan lintas sektor dalam mengamankan momentum akhir tahun yang sarat peningkatan aktivitas masyarakat.

banner 336x280

Apel dipimpin langsung oleh Kapolres Lumajang AKBP Alex Sandy Siregar, S.I.K., S.H., M.H., yang dalam amanatnya menegaskan bahwa Operasi Lilin Semeru merupakan operasi kemanusiaan yang mengedepankan pelayanan prima kepada masyarakat, dengan tujuan utama menciptakan rasa aman, tertib, dan nyaman selama rangkaian perayaan Natal dan Tahun Baru.

Sementara itu, Pasi Ops Kodim 0821/Lumajang Kapten Inf Anwar Suprihatin menyampaikan bahwa jajaran TNI siap mendukung penuh pelaksanaan Operasi Lilin Semeru, baik melalui pengamanan wilayah, penguatan pos-pos terpadu, maupun bantuan operasional kepada Polri sesuai tugas dan fungsi TNI.

“Kodim 0821/Lumajang berkomitmen untuk terus bersinergi dengan Polri dan Forkopimda guna menjaga stabilitas keamanan wilayah. Kehadiran TNI di tengah masyarakat diharapkan mampu memberikan rasa aman dan kepercayaan publik,” ujarnya.

Operasi Lilin Semeru 2025–2026 akan difokuskan pada pengamanan tempat ibadah, pusat keramaian, jalur lalu lintas, serta objek vital lainnya. Selain itu, operasi ini juga mengedepankan pendekatan humanis dan respons cepat terhadap potensi gangguan keamanan maupun bencana alam yang dapat terjadi selama periode Nataru. (Aji)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *