Pemerintah Diminta Tingkatkan Produksi Jagung untuk Pakan Ternak

Pantai Labu, doreng45.com – Ketua Asosiasi Peternak Unggas Sejahtera (ASPEGASS) Kabupaten Deliserdang, Seng Guan, menyambut baik pelaksanaan Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Penguatan Akses Jagung untuk Stabilisasi Harga Jagung dan Telur serta Pertumbuhan Ekonomi Sumatera Utara” yang berlangsung di Gedung Yayasan Nava Dhamasekha, Pantai Labu, Kabupaten Deliserdang, Senin (24/11/2024). Seng Guan berharap pemerintah terus menyalurkan jagung Stabilisasi Pasokan Harga Pangan (SPHP) agar peternak petelur dapat bertahan menghadapi tingginya harga jagung di pasaran.

Dukungan Jagung SPHP bagi Peternak
“FGD ini berjalan baik untuk saling bertukar informasi dan menyampaikan kendala peternak agar mendapat solusi dari pemerintah. Penyaluran jagung SPHP tujuannya baik untuk membantu peternak yang terkendala pasokan jagung,” jelas Seng Guan.

banner 336x280

Ia menyatakan bahwa dengan penyaluran jagung SPHP, peternak sangat berterima kasih kepada pemerintah karena dapat bertahan menghadapi tingginya harga jagung dan stok yang terbatas. “Harapan peternak setelah FGD, pemerintah harus berperan lebih banyak dan bisa meningkatkan produksi jagung agar peternak tidak kekurangan stok pakan. Ketersediaan lahan yang luas di dalam negeri seharusnya bisa dimanfaatkan untuk swasembada jagung,” tegasnya.

Peran Peternak Sumut dalam Pasokan Telur Nasional
Seng Guan menambahkan bahwa peternak petelur di Sumatera Utara memasok kebutuhan telur dari Aceh hingga Jawa. Basis peternak petelur di Sumut paling banyak berada di Pantai Labu (Deliserdang), Brahrang (Binjai), dan Asahan.

FGD sebagai Upaya Strategis Pengendalian Inflasi
Sebelumnya, ASPEGASS telah menggelar FGD “Penguatan Akses Jagung dan Stabilitas Harga Telur untuk Kendali Inflasi dan Pertumbuhan Ekonomi Sumatera Utara” sebagai bagian dari upaya strategis mendukung pengendalian inflasi daerah, khususnya dari komoditas pakan ternak dan pangan strategis sektor peternakan unggas.

FGD tersebut menghadirkan narasumber dari Perum Bulog Kantor Wilayah Sumatera Utara, Budi Cahyanto; Ketua Perhimpunan Perunggasan Rakyat Indonesia (Pinsar) Petelur Nasional (PPN) Sumut, Drh. Fadillah; Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Sumatera Utara, M Zakir Syarif Daulay, S.Hut, MM; Dinas Pertanian Kabupaten Deliserdang, Elinasari Nasution, SP, MM; serta Kadis Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sumut, Chandra Dalimunthe, S.STP, M.SP. Keterlibatan lintas sektoral ini mencerminkan komitmen bersama dalam membangun sinergi kebijakan dan operasional untuk memperkuat ketahanan pangan daerah.

Tujuan dan Harapan dari FGD
Kegiatan FGD ini bertujuan untuk menghimpun pandangan, data lapangan, serta rekomendasi kebijakan terkait permasalahan ketersediaan, keterjangkauan, dan distribusi jagung pakan. Secara khusus, FGD dimaksudkan untuk:

  • Memperkuat akses peternak terhadap kebutuhan bahan dasar pakan ternak dari produksi jagung yang berkelanjutan.

  • Mendorong stabilisasi harga jagung pakan dan telur ayam melalui koordinasi kebijakan.

  • Mengidentifikasi hambatan struktural di sektor hulu hingga hilir.

  • Menyusun rekomendasi strategis sebagai masukan bagi pemerintah daerah dalam pengendalian inflasi pangan berbasis komoditas unggas.

  • Mendukung pertumbuhan ekonomi daerah, khususnya di sektor pertanian jagung dan peternakan mandiri.

(Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *