SURABAYA, doreng45.com – Partai Gema Bangsa (PGB) menjadikan desentralisasi sebagai program utama dan nilai jual untuk menarik kader dari daerah, termasuk kalangan generasi muda (Gen Z) dan emak-emak. Penegasan ini disampaikan Ketua Umum DPP PGB, Ahmad Rofiq, dalam Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) DPW Jatim dan 38 DPD se-Jawa Timur di Surabaya, Minggu (14/12/2025).
Menurut Ahmad Rofiq, PGB adalah satu-satunya partai politik yang secara konsisten mengutamakan prinsip desentralisasi. “Dengan desentralisasi, segala keputusan di daerah, mulai dari penyusunan Calon Legislatif (Caleg) hingga penentuan Calon Kepala Daerah (Cakada), menjadi wewenang penuh daerah tanpa mahar dan tanpa harus menunggu restu pusat,” tegasnya.
Kebijakan ini, lanjutnya, dimaksudkan untuk memutus pola lama politik top-down yang menempatkan pimpinan pusat sebagai penentu utama. DPP hanya akan menyetujui keputusan yang telah diambil oleh Dewan Pimpinan Daerah (DPD), sementara DPW berperan sebagai penghubung dan pengawas.
“Ini gerakan besar kami. Daerah harus punya kedaulatan penuh menentukan arah politiknya sendiri,” ujar Ahmad Rofiq yang juga menyebutkan bahwa dalam waktu singkat hampir 500 DPD Kabupaten/Kota telah terbentuk di seluruh Indonesia.
Ketua DPW PGB Jawa Timur, Abdul Jamal Alkatiri, mengungkapkan bahwa kebijakan desentralisasi ini mendapat sambutan hangat dari berbagai lapisan masyarakat. “Sebanyak 38 DPD di Jatim sudah terbentuk, dengan 60% pengurusnya adalah generasi muda yang baru pertama kali terjun ke politik. Banyak juga tokoh berpengalaman yang menyatakan minat bergabung,” jelasnya.
Abdul Jamal menambahkan, selain Gen Z, kalangan emak-emak juga tertarik dengan janji kemandirian daerah yang diusung partai ini. Identitas tokoh-tokoh baru tersebut rencananya akan diumumkan secara resmi setelah Deklarasi dan Rapimnas PGB di Jakarta pada 17-18 Januari 2026.
Dalam sesi diskusi yang berlangsung semarak, para pengurus daerah menyampaikan optimisme bahwa PGB akan tumbuh besar menuju Pemilu 2029. Dengan mengusung desentralisasi dan menolak praktik politik uang (mahar), partai ini berharap dapat menjadi alternatif segar dalam peta perpolitikan Indonesia.
Kehadiran perwakilan Gen Z dalam rakornas juga menunjukkan tarikan partai ini terhadap isu-isu spesifik seperti perlindungan generasi muda dalam pendidikan dan dukungan bagi UMKM.
Siswayu K










