Jakarta, doreng45.com – Perkumpulan Pelatih dan Instruktur Wellness, SPA dan Kecantikan Indonesia (PILAR WELLSKIN) bersama Yayasan Cipta Wellness Indonesia sukses menyelenggarakan “Wellness Tourism Appreciation Night 2025”. Acara bertema “Urban Healing & The Journey of Holistic Wellness Indonesia” ini digelar di Hotel Movinpicks, Pecenongan, Jakarta Pusat pada Kamis (21/11/2024).
Kegiatan diawali dengan bedah buku dua karya terbaru wellness Indonesia yang dirilis November 2024: “Holistik Wellness Indonesia” karya Annie Savitri dan “Wellness Journey Across the Java Wonders” karya Agus Hartono. Rangkaian acara dilanjutkan dengan workshop “Auto Sugesti untuk Meningkatkan Potensi Diri” oleh Anhar Gumay, dengan moderator Maya Sovia.
Dihadiri Tokoh Strategis Nasional
Malam apresiasi ini dihadiri sejumlah tokoh penting, termasuk Wakil Menteri Pariwisata RI Ni Luh Puspa, Wakil Ketua BNSP Ulfa Masfufah, dan Anggota DPR RI Komisi VII Novita Hardini.
Pertumbuhan Ekonomi Wellness yang Pesat
Annie Savitri, Ketua Umum PILAR WELLSKIN, dalam sambutannya mengungkapkan bahwa transaksi wellness tourism global mencapai $6,8 miliar dolar AS pada tahun 2024.
“Indonesia menempati urutan ke-18 di dunia, dengan pertumbuhan ekonomi wellness sebesar 6,69% pada tahun 2024. Hal ini menunjukkan bahwa wisatawan wellness memiliki pengeluaran yang tinggi, terutama untuk permintaan pengalaman healing yang terpadu dan terus meningkat,” ujar Annie Savitri.
Komitmen Pemerintah untuk Pengembangan Wellness
Acara dibuka secara resmi oleh Wakil Menteri Pariwisata RI Ni Luh Puspa yang sekaligus menyampaikan sambutan dari Menteri Pariwisata RI dan menyerahkan penghargaan kepada pelaku usaha wellness.
“Kami melihat pentingnya pemutakhiran standar kurasi dan penghargaan yang terintegrasi dengan program strategis lintas Kementerian/Lembaga,” tegas Ni Luh Puspa.
Ia juga mengungkapkan bahwa pada hari yang sama, Kementerian Pariwisata RI telah menandatangani nota kesepahaman dengan Kementerian Kesehatan RI untuk melakukan harmonisasi, kerja sama, dan penyelarasan program terkait kegiatan wellness di Indonesia.
Inisiatif Strategis dan Rencana Ke Depan
Wellness menjadi fokus program Kementerian Pariwisata tahun 2025, yang akan diperluas menjadi pariwisata berbasis budaya pada tahun berikutnya. Inisiatif Profesional Wellness Disabilitas menjadi langkah strategis untuk menjadikan sektor pariwisata Indonesia semakin inklusif.
Kemenpar akan membuka program Wonderful Indonesia Scale Up Hub (WISH) 2026 dengan fokus pada Gastronomi, Wellness, Art & Culture. Kolaborasi antara industri wellness dengan jaringan pariwisata, desa wisata, industri herbal, SPA, beauty, healthy F&B, dan creative industry juga akan terus didorong.
Dukungan Multi Sektor
Acara ini turut dihadiri oleh berbagai asosiasi dan institusi pendukung, termasuk Asosiasi Waralaba dan Lisensi Indonesia (WALI), Perhimpunan Kedokteran Wisata Kesehatan (PERKEDWI), Bali SPA Wellness Associations (BSWA), Universitas Negeri Jakarta (UNJ), serta perwakilan industri wellness ternama.
Para Penerima Penghargaan
Penghargaan dibagi dalam tiga kategori utama:
Kategori Disabilitas:
-
Best Disabilitas Therapist: Ignatius Tuntas Wijaya dan Andry Prayogo
-
Best Wellness Social Entrepreneur Specialist Disabilitas: Dewi Winarti Roro Santi
-
Penyelenggara Penyedia Disabilitas Terbaik: Koneksi Indonesia Inklusif (Konekin)
-
Industri Wellness Penyerap Tenaga Disabilitas Terbanyak: Kokuo Family Massage dan Reflexology
Kategori Profesi:
-
Best Wellness Practitioner: Hendra Lim
-
Best SPA Therapist: Reni Indiawati (InterContinental Bali Sanur Resort)
-
Best Wellness Coach: Dewi Jackson
-
LSP Penyelenggara Peserta Disabilitas Terbanyak: LSP Parnasa Pariwisata Flores
Kategori Industri:
-
Best Wellness Resort: Adiwana Svarga Loka dan Bali Mountain Retreat
-
Best Luxury Wellness Resort: Revivo Wellness Resort
-
Best Urban SPA & Wellness Experience: Aarti Wellness, Sandjong Wellness, dan Plume Wellness
Ke depan, seluruh pemangku kepentingan berkomitmen untuk bersama-sama memajukan wellness tourism Indonesia, menuju posisi teratas dalam ekonomi wellness dunia dan mewujudkan kesejahteraan masyarakat menuju Indonesia Emas 2045. (Endang S. Sukmawati)










