Jakarta, doreng45.com — Dinas Pariwisata DKI Jakarta memfasilitasi bedah buku “Holistik Wellness Indonesia” karya Annie Savitri, Ketua Umum Pilar Wellskin, serta buku “Wellness Journey Across the Java Wonders” yang ditulis oleh Agus Hartono dari Indonesia Cultural Heritage Tourism. Acara yang digelar di Hotel Movenpick Jakarta ini dihadiri oleh 100 peserta lintas sektor, termasuk perwakilan industri wellness, akademisi, asosiasi, serta komunitas Jogja Signature dan IDCHT.
Kedua buku ini menegaskan karakter wellness Indonesia yang berbasis kearifan lokal, mengintegrasikan keseimbangan mind, body, dan soul melalui nilai-nilai Nusantara sebagai fondasi produk perjalanan transformatif.
Menariknya, kedua narasumber sepakat bahwa relief Candi Borobudur menjadi referensi penting bagi pengembangan wellness tourism Indonesia ke depannya. Melalui relief tersebut, ajaran tentang holistic wellness dan wellness journey telah dipraktikkan oleh leluhur Jawa sejak 1.200 tahun lalu. Hal ini menjadi modal strategis untuk mendorong Indonesia sebagai destinasi wellness tourism dunia, setara dengan India yang memiliki Ayurveda atau Tiongkok dengan Traditional Chinese Medicine (TCM).
Annie Savitri memaparkan berbagai praktik holistic wellness yang berakar pada kearifan lokal, sementara Agus Hartono menjabarkan 10 pola perjalanan wisata kebugaran yang dirancang dengan pendekatan interpretatif, integratif, dan transformatif.
Bedah buku yang dimoderatori oleh Tetty Ariyanto, Sekjen Ikatan Alumni Pariwisata Trisakti (IKAPTRI) dan anggota Jogja Signature, menghasilkan kesepakatan dukungan bersama untuk Bulan Wellness Nasional serta penguatan gerakan Wonderful Indonesia Wellness. Program ini tidak hanya menempatkan Indonesia sebagai destinasi wellness tourism, tetapi juga sebagai rumah penyembuhan dunia, dengan kekayaan rempah, terapi tradisional, spiritual wellness, produk perjalanan transformatif, serta ekosistem industri wellness yang didukung sertifikasi dan riset.
Ke depannya, industri dan pelaku usaha siap berkolaborasi memajukan wellness tourism Indonesia yang berkelanjutan. Melalui panduan dalam kedua buku ini, pola perjalanan wisata wellness, program terapi, serta pengalaman wellness berbasis budaya akan menjadi role model bagi pelaku usaha dalam menyajikan paket perjalanan yang unik dan berkesan bagi wisatawan nusantara maupun mancanegara. (Endang S. Sukmawati)










