Lumajang, doreng45.com – Forkopimda Kabupaten Lumajang menyelenggarakan upacara peringatan Hari Pahlawan Tahun 2025 dengan tema “Pahlawan Teladanku, Terus Bergerak, Melanjutkan Perjuangan” di Stadion Semeru Lumajang, Senin (10/11/2024). Upacara khidmat ini dihadiri oleh unsur TNI, Polri, ASN, organisasi kepemudaan, pelajar, dan veteran pejuang kemerdekaan.
Kapolres Lumajang, AKBP Alex Sandy Siregar, S.I.K., S.H., M.H., bertindak sebagai Inspektur Upacara. Dalam amanatnya, ia menegaskan bahwa peringatan Hari Pahlawan bukan sekadar ritual mengenang sejarah, melainkan momentum untuk mempertegas nilai-nilai keteladanan yang diwariskan para pahlawan.
“Teladan para pahlawan harus menjadi kompas moral dalam kehidupan kita. Kita harus terus bergerak, melanjutkan perjuangan dengan kerja nyata, kecintaan terhadap bangsa, dan kesediaan untuk berkorban bagi kepentingan yang lebih besar,” tegas AKBP Alex Sandy Siregar.
Tiga Pilar Keteladanan Pahlawan
Dalam pidatonya, Kapolres menyoroti tiga teladan utama para pahlawan yang tetap relevan bagi generasi masa kini:
- Kesabaran dalam Perjuangan
Para pahlawan menunjukkan kesabaran strategis dalam menyusun taktik, menjaga persatuan, dan menghadapi berbagai tekanan. Kesabaran ini merupakan kekuatan moral yang mengantarkan mereka pada kemenangan. - Mengutamakan Kepentingan Bangsa
Semangat pengorbanan dengan menempatkan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi, keluarga, bahkan nyawa sendiri, menjadi ciri perjuangan yang patut diteladani. - Visioner dan Berwawasan Ke Depan
Perjuangan yang dilakukan para pahlawan tidak hanya untuk masa mereka, tetapi untuk generasi penerus. Semangat ini harus diwujudkan dalam pembangunan bangsa dengan ketulusan dan keikhlasan.
Semangat Kepahlawanan dalam Konteks Kekinian

Dandim 0821 Lumajang, Letkol Arh Anton Subhandi, S.A.P., dalam wawancara dengan media menambahkan bahwa esensi kepahlawanan tidak hanya terbatas pada medan pertempuran.
“Semangat kepahlawanan saat ini diwujudkan melalui kerja keras, disiplin, kepedulian sosial, dan kontribusi nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat. Inilah bentuk pertempuran kita di era modern,” jelas Letkol Anton.
Upacara ditutup dengan pembacaan doa dan penghormatan terakhir kepada para pahlawan yang telah gugur. Suasana haru menyelimuti stadion ketika seluruh peserta menundukkan kepala sebagai bentuk penghormatan terhadap jasa dan pengorbanan para pejuang kemerdekaan.
Peringatan Hari Pahlawan 2025 di Lumajang ini menjadi pengingat kolektif bahwa perjuangan belum usai. Tugas generasi sekarang adalah meneruskan estafet perjuangan melalui karya nyata, menjaga persatuan, dan berkomitmen membangun Indonesia yang lebih maju dan bermartabat. (Firman)










