Yogyakarta, Doreng45.com – SMA Muhammadiyah 1 (SMA Muhi) Yogyakarta mengadakan Seminar Nasional bertema “Penanaman Karakter dan Pengembangan Personal Branding pada Anak di Era Society 5.0,” pada Rabu (09/10/2024). Acara yang berlangsung di Grha Assakinah, SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta ini dimulai pukul 08.00 WIB, dan merupakan bagian dari rangkaian Milad ke-75 sekolah tersebut.

Seminar ini menghadirkan dua pakar Bimbingan Konseling, yakni Prof. Dr. Uman Suherman, AS, M.Pd., ARHA., Guru Besar Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), yang membawakan materi tentang cara membangun personal branding pada anak, serta Dr. Hardi Santosa, S.Pd., M.Pd., Kepala Program Studi Bimbingan Konseling Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta, yang membahas tantangan pendidikan karakter pada anak. Acara ini diikuti oleh 500 peserta, yang terdiri dari guru Bimbingan Konseling dan orang tua dari seluruh Indonesia, baik secara daring maupun luring.

banner 336x280

Dalam sambutannya, Kepala SMA Muhi, Drs. H. Herynugroho, M.Pd., menyampaikan ucapan selamat datang kepada para peserta seminar. Ia menekankan bahwa seminar ini merupakan bagian penting dari peringatan Milad ke-75 SMA Muhi. Menurutnya, di era Society 5.0, para guru dan orang tua harus memiliki kemampuan dalam enam literasi dasar, yakni literasi data, literasi teknologi, dan literasi manusia. Literasi data mencakup kemampuan membaca, menganalisis, dan menggunakan informasi dari big data, literasi teknologi terkait pemahaman cara kerja mesin dan teknologi seperti coding, artificial intelligence, dan machine learning, serta literasi manusia yang mencakup ilmu humaniora, komunikasi, dan desain.

Acara ini dibuka secara resmi oleh Pimpinan Majelis Dikdasmen PNF PWM DIY, Dr. Ir. Sumarsono, ST., M.Kom. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa peran guru BK dan orang tua sangat penting dalam membantu siswa mengenali diri mereka sendiri, mengembangkan potensi, serta menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman.

Prof. Dr. Uman Suherman, AS, M.Pd., menekankan bahwa modal dasar seorang guru bukan hanya gelar akademis atau sertifikasi, tetapi kepedulian terhadap masa depan anak didiknya. Menurutnya, pendidikan adalah proses memanusiakan manusia dengan cara-cara yang manusiawi dan normatif. “Menjadi guru tidak hanya sebatas menyampaikan materi, tetapi juga peduli terhadap masa depan anak didik kita,” ujarnya.

Selain itu, ia juga menjelaskan pentingnya personal branding bagi guru dan siswa. Guru harus menjadi contoh yang baik bagi anak didiknya dengan membangun personal branding yang positif. Siswa perlu diajak untuk mengenali diri sendiri, memahami apa yang mereka sukai dan kuasai, serta menemukan nilai-nilai yang mereka pegang teguh. Setelah itu, siswa dapat menentukan audiens yang ingin dijangkau melalui personal branding yang mereka bangun.

Pemateri kedua, Dr. Hardi Santosa, S.Pd., M.Pd., menyoroti pentingnya hubungan cinta tanpa kekerasan dalam keluarga, serta komunikasi yang harmonis antara orang tua dan anak. “Keluarga adalah sekolah pertama bagi anak, di mana karakter mereka mulai terbentuk. Oleh karena itu, hubungan yang penuh cinta dan komunikasi yang baik antara orang tua dan anak sangat penting,” tuturnya.

Seminar ini diakhiri dengan sesi tanya jawab yang interaktif antara peserta dan kedua pemateri. Acara kemudian ditutup pada pukul 11.30 WIB dengan doa bersama.

Penanggung Jawab Berita:
Yusron Ardi Darmawan, M.Pd.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *