doreng45.com – Dalam hitungan jam, kita akan menyambut 1 Muharram 1446 H, menandai pergantian tahun baru Islam yang jatuh pada 7 Juli 2024. Sejarah menetapkan Tahun Baru Islam pada 1 Hijriyah yang bertepatan dengan tahun 622 Masehi, ketika Nabi Muhammad SAW melakukan hijrah. Mari kita ulas peristiwa bersejarah ini sesuai Kitab Sirah Nabawiyah Ibnu Hisyam, karya ulama besar abad 3 Hijriyah yang menjadi referensi lengkap kehidupan Nabi Muhammad SAW.
Sebab Hijrah: Melindungi Para Sahabat
Ibnu Ishaq menceritakan bahwa Nabi Muhammad SAW bersedih melihat penderitaan sahabat-sahabatnya, meskipun beliau sendiri dalam keadaan baik berkat perlindungan Allah SWT dan pamannya, Abu Thalib. Rasulullah SAW bersabda kepada mereka: “Bagaimana kalau kalian berangkat ke negeri Habasyah, karena rajanya tidak mengizinkan seorang pun didzalimi di dalamnya, dan negeri tersebut adalah negeri yang benar, hingga Allah memberi jalan keluar bagi penderitaan yang kalian alami?”
Kaum Muslimin pun hijrah ke Habasyah, kini dikenal sebagai Ethiopia, dipimpin oleh Raja Ashhaman An-Najasyi yang adil. Peristiwa ini terjadi pada bulan Rajab tahun ke-5 kenabian, menjadikannya hijrah pertama dalam Islam.
Hijrah ke Tanah Berkah, Penanda Awal Tahun Baru
Hijrah Rasulullah ke Yastrib (Madinah) menandai awal mula penetapan tahun baru Hijriyah. Peristiwa ini terkait dengan Baiat Aqabah, kesepakatan penting yang memperkuat komitmen Islam dan menjaga persatuan di Yastrib. Setelah Baiat Aqabah, kota Madinah menjadi jalur penting kafilah Quraisy, memicu reaksi keras dari mereka.
Kaum Quraisy mencegah hijrah kaum Muslimin dengan memisahkan keluarga dan menyita harta mereka. Umar bin Khattab berhijrah dengan berani, menantang orang-orang kafir untuk menghentikannya. Kaum Muhajirin yang berhasil hijrah disambut oleh kaum Anshar Madinah, namun Rasulullah SAW belum berhijrah karena menunggu perintah Allah SWT.
Rencana Pembunuhan dan Hijrah Rasulullah SAW
Kaum Quraisy bersekongkol untuk membunuh Rasulullah SAW. Namun, beliau dengan cerdik meminta Ali bin Abi Thalib menggantikan tidur di kasurnya dan berangkat ke Gua Tsur bersama Abu Bakar. Allah SWT melindungi mereka dengan membuat sarang laba-laba di pintu gua, mengelabui para pengejar.
Rasulullah SAW akhirnya berhasil meninggalkan Mekkah dan menuju Yastrib. Perjalanan hijrah ini menempuh jalur yang tidak biasa, melalui selatan Mekkah ke arah Yaman, kemudian ke utara melewati jalan tandus yang jauh dari penglihatan manusia hingga mencapai Madinah.
Penetapan Tahun Baru Hijriyah
Tahun hijrah Nabi Muhammad SAW ditetapkan sebagai awal tahun baru Islam, tepatnya tahun 622 M. Peristiwa ini memberikan hikmah atas perjuangan, pengorbanan, keberanian, kesabaran, dan ketangguhan yang dimiliki Rasulullah SAW dan para sahabatnya. Mereka mendapatkan kedamaian di tanah penuh berkah Madinah.
Semoga momentum tahun Hijriyah ini menginspirasi kita untuk terus melakukan kebaikan dan meraih keberkahan hidup. Aamiin.
Lia Istifhama, Penulis Jatim NU Online










